PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Authors

  • Intje Picauly Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana
  • Soleman Landi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana
  • Aristarkhus Taloim Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana
  • Agus Setyobudi Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Keywords:

rumah komunikasi stunting, perilaku, kemandirian gizi pangan, stunting

Abstract

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan inovasi rukom stunting dengan metode kaji tindak terkait aspek pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - September 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan dengan model pertanian hidroponik terintegrasi dengan peternakan kandang ayam atau Model KESKA dapat terus digalakkan dalam upaya memenuhi asupan gizi protein hewani, kemandirian pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga

Published

2025-10-16

How to Cite

Picauly, I., Landi, S. ., Taloim, A. ., & Setyobudi, A. . (2025). PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN . Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 6(2), 198-206. https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2