STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING: EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI UNGU SEBAGAI MENU CEMILAN GIZI SEIMBANG MENCEGAH ANEMIA

Authors

  • Andi Yaumil Bay R Thaifur Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Jumadi Jumadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Waode Azfari Azis Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Fitriani Fitriani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Muh Subhan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Eky Endriana Amiruddin Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Wa Ode Nadziyran Urufia Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau
  • Mariene Wiwin Dolang Program Studi Kesehatan Masyarakat, STIKes Maluku Husada

DOI:

https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v6i1.398

Keywords:

Ubi ungu, anemia,, gizi

Abstract

Anemia merupakan gangguan gizi disebabkan oleh kekurangan zat besi terutama pada remaja putri yang kurang beruntung. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), remaja dikatakan mengalami anemia bila kadar hemoglobinnya kurang dari 12 mg/dl. Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja putri usia 18-24 tahun berkisar 27.2%. Hal ini dapat disebabkan adanya peningkatan kebutuhan zat besi, penurunan asupan zat besi, pertumbuhan fisik yang cepat, kehilangan menstruasi, dan permintaan zat besi yang tinggi untuk pembentukan hemoglobin (Hb). pemenuhan zat besi dapat diperoleh dari konsumsi pangan lokal Indonesia salah satunya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir). Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan ubi ungu sebagai bahan pangan kaya nutrisi yang dapat diolah menjadi produk inovatif, seperti bolu, untuk meningkatkan asupan gizi dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi, khususnya zat besi, dalam pencegahan anemia. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu ubi ungu, membagikan leaflet serta memberikan  bolu ubi  ungu sebagai intervensi  fisiknya. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan nilai Prob > |z| = 0,0000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dan demo masak terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Hal ini menunjukkan pula terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Bolu ubi ungu berbahan dasar ubi ungu merupakan salah satu inovasi makanan yang dapat menurunkan angka prevalensi anemia.

Published

2025-04-30

How to Cite

Thaifur, A. Y. B. R. ., Jumadi, J., Azis, W. A. ., Fitriani, F., Subhan, M., Amiruddin , E. E. ., Urufia, W. O. N. ., & Dolang, M. W. . (2025). STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING: EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI UNGU SEBAGAI MENU CEMILAN GIZI SEIMBANG MENCEGAH ANEMIA. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 6(1), 94-106. https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v6i1.398