ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK DI BAWAH DUA TAHUN (BADUTA) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Authors

  • Deviarbi S. Tira Prodi/Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/Epidemiologi dan Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Irna Kause Prodi/Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/Epidemiologi dan Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Daniela L. A. Boeky Boeky Prodi/Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat/Epidemiologi dan Biostatistika Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.51556/ejpazih.v11i1.179

Keywords:

1000 hari pertama kehidupan, status gizi, daerah stunting

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan merupakan kesempatan emas untuk membentuk anak yang sehat dan cerdas. Gizi yang tidak mencukupi selama seribu hari pertama kehidupan akan menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak di bawah dua tahun yang bersifat irreversible. UNICEF (1998) menyatakan bahwa malnutrisi disebabkan oleh banyak faktor yang saling berhubungan secara langsung. Yaitu penyakit menular dan asupan makanan. Dan penyebab tidak langsung. Yaitu pelayanan kesehatan dan sanitasi serta parenting serta ketersediaan pangan sebagai tambahan. Pendidikan dan pengetahuan ibu serta status kesehatan ibu selama kehamilan dan jarak kelahiran serta kejadian BBLR dapat mempengaruhi status gizi selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 91 anak balita yang berada di daerah lokus stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah wawancara dan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak di bawah dua tahun. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah pengetahuan ibu (P=0,000), pola konsumsi (P=0,001), riwayat penyakit menular (P=0,074), sedangkan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan status gizi balita adalah ASI eksklusif (P=0,460). Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan mutu pelayanan gizi melalui penyuluhan tentang gizi, makanan bergizi, personal hygine dan lingkungan sehingga dapat membantu menurunkan angka stunting di wilayah lokus stunting di Kecamatan dari Timor Tengah Utara.

References

Adriani, M., Bambang, W. (2014). Gizi dan Kesehatan Balita: Peranan Mikro Zinc. Jakarta: Kencana

Aridiyah, O, F., Ninna, R., Mury, R., (2015). Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunitng Pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. E-Jornal Pustaka Kesehatan, Vol. 3 (No. 1). Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Jember. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/2520. Di akses pada tanggal 1 September 2019.

Dinkes TTU. (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2015. TTU. https://www.google.com/url?q=https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KAB_KOTA_2015/5303_NTT_Kab_TTU2015.pdf. Di akses pada tanggal 1 September 2019.

Depkes RI. (2009). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan 2005- 2025. Jakarta.http://www.kmpk.ugm.ac.id/images/Semester_2/Blok%201%20-%20Sistem%20Kesehatan/Referensi%20Sesi_3_Blok_I_Rencana_RPJPK_2005-2025.pdf. Di akses pada tanggal 1 September 2019.

Dinkes TTU. (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2015. TTU.

Fitriana, N., Andari, W. A. (2010) Hubungan Lama Pemberian ASI dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulndi Posyandu Biduri Tempel Sidomulyo Bambanglipuro Bantul Yogyakarta tahun 2010. Skripsi. Yogyakarta. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. https://scholar.google.co.id/scholar?q=fitriana+2010+hubungan+lama+pemberian+asi+dengan+status+gizi+anak+usia&hl=id&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-tahun-2017.pdf. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Profil Nusa Tenggara Timur Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2017/19_NTT_2017.pdf. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kemenkes RI. (2017). Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta: Kemeterian Republik Indonesia.https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Buku-Saku-Nasional-PSG-2017_975.pdf. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kemenkes RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/Buletin-Stunting-2018.pdf. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Kemenkes RI. (2016).Buku Kesehatan Ibu dan Anak Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20KIA%202016.pdf. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Ngenget, C., Nova, K., Paul, K., Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak Usia 6-24 Bulan di kelurahan Kakaskasen I Kecamatan Tomohon Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi.https://www.google.com/url?q=https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/23078&sa=U&ved=2ahUKEwiN-sXFw43oAhVFXSsKHXQjBlYQFjAAegQIAxAB&usg=AOvVaw1RIfU1zeDzcTx8iET80eBs. Di akses pada tanggal 1 juli 2019.

Putri, R, F., Sulastri, D., Lestari, Y., (2015). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak balita di Wilayah Puskesmas Nanggalo Padang. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas Padang. https://www.google.com/url?q=http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/23. Di akses pada tanggal 1 juli 2019

Riestanti, H. (2016). Hubungan pengetahuan Ibu dan Pola Konsumsi dengan Sttu Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Samigaluh I. Jurnal Penelitian teknik Boga. Universitas Negeri Jakarta.http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/boga/article/view/5579. Di akses pada tanggal 1 Juli 2019

Riyadi, H., Martianto, D., Hastuti D., Damayanthi, E., Murtilaksono, K., (2011). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Balita di Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan. 6(1). 66-73. https://www.google.com/url?q=http://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/view/403. Di akses pada tanggal 23 Agustus 2019.

Septikasari, M,. (2018). Status Gizi Anak dan Fakto Yang Mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press

Sudargo, T., Tira, A., Aulia, A. (2018). 1000 hari Pertama Kehidupan. Yogyakarta: Gaja Mada University Press.

Suhardjo. (2003). Prencanaan Pangan Dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

Published

2022-04-30

How to Cite

Tira, D. S. ., Kause, I. ., & Boeky, D. L. A. B. (2022). ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK DI BAWAH DUA TAHUN (BADUTA) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA. Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 11(1), 1-17. https://doi.org/10.51556/ejpazih.v11i1.179