HUBUNGAN RIWAYAT POLA ASUH, POLA MAKAN, ASUPAN ZAT GIZI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24 – 59 BULAN DI KECAMATAN BIBOKI UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

  • Christin Nabuasa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cendrawasih

DOI:

https://doi.org/10.51556/ejpazih.v13i1.228

Keywords:

Pola Asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, ekonomi, penyakit infeksi ketahanan pangan, stunting

Abstract

Hasil riskesdas 2007 prevalensi stunting provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 46,7% dan prevalensi di Kabupaten Timor Tengah Utara sebesar 59,6% dan di Kecamatan Biboki Utara 2 tahun berturut-turut adalah 64,6% dan 60,2%. Tujuan : untuk mengetahui hubungan riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24 - 59 bulan di Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT. Jenis penelitian studi observasional dengan rancangan Case control dengan alat ukurnya menggunakan kuesioner untuk mengetahui riwayat  pola asuh, pola makan dan asupan zat gizi menggunakan recall 24 jam. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Utara dengan jumlah sampel sebanyak 152 yang terdiri dari 76 anak sebagai kasus dan 76 anak sebagai kontrol. Hasil penelitian, riwayat pola asuh kurang (53,9%), pola makan (55,9%), asupan energi (55,9%), asupan protein (52,6%), asupan kalsium (52,0%), budaya (61,1%), penyakit infeksi (51,3%), ekonomi keluarga (61,8%), ketahanan pangan (71,7%), berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan diperoleh variabel riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi, budaya, penyakit infeksi, ekonomi keluarga memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05), ketahanan pangan tidak signifikan terhadap kejadian stunting (p>0,05). 

References

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2009.

Amin, A. M. Hubungan Pola Asuh dan Asupan Gizi terhadap Status Gizi anak usia 6 – 24 bulan pada Daerah Pesisir Pantai di Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Tesis : Yogyakarta. UGM. 2003

Anwar, M.H. Peranan Gizi dan Pola Asuh dalam Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. 2008. Tersedia dalam : http://www.whandi.net (diakses 22 Maret 2011).

Asrar, M., Hadi, H., Boediman, D. Hubungan Pola Asuh, Pola Makan, Asupan Zat Gizi dengan status Gizi Anak Balita Masyarakat Suku Naulu Di Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku. Jurnal Gizi Klinik Indonesia . 2009. 6 (2): 84 – 94.

Aswatini, Romdiati, H., Setiawan, B., Latifa,A., Fitranita & Noveria, M. Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Pedesaan : Konsep dan Ukuran. Pusat Penelitian Kependudukan, LIPI. 2005. Tersedia dalam : http://www.ppk.lipi.go.id (diakses 15 Oktober 2010).

Bomela, N.J. Social, economic, health and environmental determinants of child nutritional status in three Central Asian Republics. Pub Health Nutr 2009 ;12:1871-7.

Dewi, I.A.K & Adhi, K. Tresna. Pengaruh konsumsi protein dan seng serta riwayat penyakit infeksi terhadap kejadian pada anak Balita umur 24-59 Bulan di Wilayah kerja Puskesmas Nusa Penida III. Tesis Udayana: Bali. 2014.

Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara. Laporan Tahunan Gizi. 2009.

Golden M.H. Proposed Recommended Nutrient Densities for Moderately Malnourished Children. Food and Nutrition Bulletin, vol 30, no.3.2009.

Jenevic, T.,Petrovic, O., Bjelic, I., &Kubera, A. Risk factors for childhood malnutrition in Roma settlements in Serbia. BMC PublicHealth;10:509. 2010.

Kar, B. R., Rao. S. L. & Chandramouli, B. A. Cognitive Development in Children with Chronic Protein Energy Malnutrition. Behaviour and Brain Functions. 2008 . 4:31.

Li, Y., Guo,G., Shi, A., Li, Y., Anme, T., & Ushijima, H. Prevalence and Correlates of Malnutrition Among Children in Rural Minority Areas of China. J Pediatr International. 1999. 41: 549-556.

Madiyono, B., Mz, S.M., Sastroasmoro, S., Budiman, I., & Purwanto, S.H. Perkiraan Besar Sampel. Di dalam : Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta .Binarupa Aksara. 2002.

Muhilal dan Hardinsyah. Penentuan kebutuhan Gizi dan Kesepakatan Harmonisasi di Asia Tenggara. Prosiding Widya Karya Pangan dan Gizi VII . 2004 : 301-307.

Peng, Y., Huang, B., Biro, F., Feng, L., Guo, Z. & Slap, G. Outcome of low birthweight in China : a 16-year longitudinal study. Acta Paediatr .2005 94(7): 843-9.

Ramli., Agho. K. E., Inder, K.J., Bowe, S,J., Jacobs, J., Dibley, M.C. Prevalence and risk factors for stunting and severe stunting among under-fives in North Maluku province of Indonesia. BMC Pediatrics . 2009 ;9:64.

Riset Kesehatan Dasar Nasional. Laporan RISKESDAS. 2007.

Santos, I. S., Matijasevich, A., Domingues, M.R., Barros, A.J.D., Victoria, C. G., & Barros, F. Late preterm birth is risk factor for growth faltering in early childhood: a cohort study.BMC Pediatrics. 2009 ; 9:71.

Sari, M., Pee, S.D., Bloem, M.W., Sun, K., Andrew, L., Lyman, T., Pfanner, R.M., Akhter, N., Kraemer, K., & Semba, R.D. Higher household expenditure on animal-source and non-grain foods lowers the risk of stunting among children 0-59 months old in Indonesia: implications of rising food prices. J Nutr :195S-200S. 2010.

Shori, H. Alan. Faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-24 bulan (Studi di Kecamatan Semarang Timur). Sripsi Undip: Semarang. 2013.

Siswantoro. Faktor-Faktor Penyimpangan Positif Status Gizi Balita Suku Dawan di Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tesis . Yogyakarta :UGM. 2008

Subramanyam, M.A ., Kawchi, I ., Berkman, L.F., &Subramanian, S. V. Socioeconomic Inequalities in Childhood Undernutrition in India : Analyzing Trends between 1992 and 2005.PlosOne5(6):e11392.doi:10.1371/journal.pone001139. 2010.

Sudargo, T., Nugraheni, S.A., Utami, A.N., Fajrin.A., Qurniati, A., Puspaningtyas, D.E., Puspitasari, D., Nurputri,I., Cahyani, L.N., & Sari.V.A. Stunted is Related to Cognitive Function of School Children : A Cross Sectional Study. Paper Wiil Presenting on the 5th Asian Congres of Dietetics November 10-12-2010. Imperial Queen’s Park Hotel, Bangkok, Thailand. 2010.

World Health Organization. WHO Child Growth Standards : length/height-for-age, weight-for-age, weight-for lenght, weight-for-height and body mass index-for-age : methods and development : Geneva. Departement of Nutrition for Health and Development. 2006

Published

2024-04-30

How to Cite

Nabuasa, C. (2024). HUBUNGAN RIWAYAT POLA ASUH, POLA MAKAN, ASUPAN ZAT GIZI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24 – 59 BULAN DI KECAMATAN BIBOKI UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 13(1), 58-74. https://doi.org/10.51556/ejpazih.v13i1.228