HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PREDISPOSISI DAN FAKTOR PEMUNGKIN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA LAS LISTRIK DI KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.51556/ejpazih.v11i1.183Keywords:
tenaga las listrik, kecelakaan kerja, pengetahuan, sikap, kenyamananAbstract
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja. Hubungan kerja disini dapat berarti bahwa kecelakaan terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Maka dalam hal ini, dapat dua permasalahan penting yaitu, kecelakaan akibat pekerjaan itu atau kecelakaan terjadi pada saat pekerjaan sedang dilakukan. Kecelakaan merupakan suatu yang tidak diinginkan oleh semua orang, begitu juga halnya dalam melaksanakan pekerjaan. Kecelakaan disini dikelompokan kedalam, kecelakaan akibat kerja ditempat kerja, kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan di rumah. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04/Men/1993, tentang kecelakaan kerja, kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang kerumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. Kecelakaan merupakan masalah yang terjadi pada saat melalukan pekerjaan atau penyakit yang timbul karena pekerjaan. Faktor penyebab kecelakaan kerja sendiri dapat dibagi menjadi tiga yaitu faktor lingkungan, faktor manusia dan faktor peralatan. Welding merupakan pekerjaan pada industri logam yang mempunyai resiko fisik yang tinggi sehingga dalam pelaksanaannya membutuhkan keahlian dan peraltan khusus agar pekerja tidak mengalami kecelakaan kerja. Alat khusus yang dimaksud dalam hal ini adalah alat pelindung diri (APD). Penggunaan APD juga dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dan kenyamanan pekerja itu sendiri terkait dengan APD yang mereka kenakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor predisposisi dan faktor pemungkin dengan kecelakaan kerja pada pekerja las listrik di Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Cross Sectional Study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 71 responden. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, kenyamanan dan ketersediaan sarana dan prasarana dengan kecelakaan kerja (p-value <0,05). Perlu adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan kenyamanan pada pekerja las listrik yang menggunakan APD serta perhatian pemilik usaha untuk memberikan APD yang memadai bagi pekerja.
References
Agus Irianto. 2004. Statistik Konsep Dasar dan Aplikasi. Jakarta: Kencana
Apriluana, G., Khairiyati, L., Setyaningrum, R. 2016. Hubungan antara Usia, Jenis Kelamin, Lama Kerja, Pengetahuan, Sikap, dan Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Perilaku Penggunaan APD pada Tenaga Kesehatan. Banjarmasin: Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.
Azwar Saifuddin. 2010. Sikap manusia teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budiono, A.M. Sugeng. 2003. Hiperkes dan KK. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipinegoro Semarang.
Darmini. 2007. Analisis factor yang berhubungan terhadap ketajaman penglihatan pada pekerja bengkel bagian pengelas karbit. semarang: skripsi IKM UNNES.
Farida, A. Melati. 2006. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemakainalat pelindung masker pada tenaga pengelas di wilaayah karanggrejo kota semarang. semarang: Skripsi FKM UNDIP.
Humau L, Ruliati LP, Roga AU. 2017. Hubungan Antara Perilaku Kesehatan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja di PT. Sarana Agra Gemilang Kupang. Kupang: Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat IKM UNDANA
Irwanto. 2002. Psikologi umum. Jakarta: PT. Prenhallindo
Kalalo, S. Yonathan., Kaunang, W. P. J., Kawatu, P. A. T. 2015. Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap tentang K3 dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Kelompok Nelayan di Desa Belang Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Manado: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
Kusuma, Reza Yuda. 2013. Hubungan antara Pengetahuan, Sikap dan Kenyamanan dengan Penggunaan Alat Pelindung Wajah pada Pekerja Las Listrik Kawasan Simongan Semarang. Semarang: Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Notoatmodjo Soekidjo. 2012. Metode Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
. 2013. Promosi Kesehatan (Teori & Aplikasi). Jakarta: Rineka Cipta
Putri, F. A., Suroto., Wahyuni, I. 2016. Hubungan Antara Pengetahuan, Praktik Penerapan SOP, Praktik Penggunaan APD dan Komitmen Pekerja Dengan Risiko Kecelakaan Kerja di PT X Tangerang. Semarang: Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
Santoso, G. 2004. Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Prestasi Pustaka
Sarwono, S. Wirawan. 2000. Pengantar umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintang.
Siregar, D. I. S. 2014. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Ringan di PT Aqua Golden Missisipi Bekasi Tahun 2014. Jakarta: Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Siswanto, A. 2003. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta: PT. Bumi Askara.
Sugiyono. 2013. Metode penelitian kualitatif kuantitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suma’mur P.K. 1996. Hygiene perusahaan & keselamatan kerja. Jakarta: Gunung Agung.
Suratman, M. 2007. Teknik mengelas. Bandung: Pustaka Grafika.
Syamruth, Yendris K. 2009. Biostatistika Inferensial (Aplikasi Dalam Ilmu-Ilmu Kesehatan). Kupang: Undana Press.
Tarwaka. 2008. Kesehatan dan keselamatan kerja, manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Surakarta: HARAPAN PRESS
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2022 Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/




Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan is licensed under a