GAMBARAN BUDAYA NENO BO’HA PADA IBU MELAHIRKAN DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Authors

  • Denys Inyo Olla Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana
  • Petrus Romeo Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana
  • Ribka Limbu Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.51556/ejpazih.v11i2.217

Keywords:

Budaya Neno Bo’ha, Ibu melahirkan

Abstract

Neno bo’ha adalah salah satu budaya di suku Timor yang dikhususkan pada ibu pasca melahirkan selama 40 hari. Selama periode waktu tersebut, seorang ibu dilarang keluar dari rumah bulat, yakni tempat yang dijadikan sebagai sarana pelaksanaan budaya tersebut. Ibu dan bayi hanya boleh dijenguk kerabat terdekatnya saja. Selama menjalankan budaya tersebut, ibu bayi juga dikompres dengan air panas, yang dalam bahasa lokal dinamakan tatobi. Selain itu, ibu bayi harus menjalankan pantangan-pantangan makanan tertentu selama menjalankan budaya neno bo’ha. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan budaya neno bo’ha pada ibu melahirkan di Desa Tobu Kecamatan Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dimana penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa masyarakat (terutama ibu yang baru melahirkan) masih tetap menjalankan budaya panggang karena mereka masih mengikuti budaya warisan leluhur, mereka juga masih menjalankan tatobi karena meskipun beresiko bagi kesehatan, tetapi mereka percaya bahwa dengan tatobi dapat mengeluarkan semua darah kotor yang ada didalam tubuh. Ada juga yang masih percaya pada larangan-larangan makanan tertentu bagi ibu pasca melahirkan karena larangan-larangan tersebut berpengaruh terhadap kesehatan ibu dengan bayi.

References

Anderson, E.T & Foster, J. (2006) Buku ajar keperawatan komunitas teori dan praktek , ed-3. (Yudha, E.K, terjemahan). Jakarta: EGC

APN, (2014). Buku Acuan Persalinan Normal. JNPK-KR:Jakarta

Astuti, P. Ana. 2013. Analisis alasan pemilihan penolong persalinan oleh ibu bersalin di kabupaten Semarang.

Baumali A. 2009. Pemenuhan zat gizi ibu nifas dan budaya se’i pada masyarakat Suku Timor Dawan di Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Universitas Gajah Mada. Tesis

Daglas, M., Antoniou, E. 2012. Cultural Views and Practices Related to Breastfeeding. Health Science Journal, [e-journal] 6 (2): pp. 353–361.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2014. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2013. Kupang. Dinkes NTT

Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. 2017. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2016. So’e. Dinkes TTS

Hanifah Astin Nur, 2016. Peran bidan dalam mengahadapi budaya panggang dan tatobi ibu nifas pada suku Timor di Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang

JNPK-KR. 2008. Asuhan Persalinan Normal Asuhan Esensial, Pencegahan Dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan Dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: JNPK-KR

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar, Riskesdas 2013. Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI. 2014. Profil Kesehatan Indonesia 2013. Jakarta

Kencanawati Dewa Ayu Putu Mariana, 2016. Kehamilan dalam pandangan Budaya Timor (Atoni). Kupang. Jurnal Info Kesehatan, Vol 14

Mali Alberth, 2014. Nutrient Fulfillment of mothers during puerpurium period in the se’i culture at subdistrict of Mollo Selatan District of Timor Tegah Selatan. Kupang: Jurnal Info Kesehatan, Vol. 12, No 1

Manuaba, I.B.G. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC

Nassa, Mardiono, 2019. Analisis program revolusi kesehatan ibu dan anak dan dampaknya terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Timor Tengah Selatan tahun 2018. UGM Symposium Public Health.

Notoatmojo, S., 2008. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Jakarta: Rineka Cipta.

Nurrachmawati Annisa, Anna Marie Wattie dkk, 2018. Otonomi perempuan dan tradisi dalam pengambilan keputusan pemilihan tempat dan penolong persalinan. Samarinda, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, Vol. 12, No. 2, Hal. 57-66

Nurracmawati Annisa, Ike Anggraeni. 2008. Tradisi Kepercayaan Masyarakat Pesisir mengenai kesehatan ibu di Desa Tanjung Lima Muara Badak. Kalimantan Timur: Jurnal Kesehatan Reproduksi. Vol. 1, No 1, 42-50

Nurhapipa, Surni Sepriana, 2015. Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Memilih Penolong Persalinan Di Puskesmas XIII Koto Kampar I. Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol 2

Nurhidayanti Sitti, Ani Margawati dkk, 2018. Kepercayaan Masyarakat terhadap Penolong Persalinan di wilayah Halmahera Utara. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 13

Pangemanan, M.J. 2015. Analisis keputusan ibu memilih penolong persalinan. Gorontalo: JIKMU, Vol. 5, No. 2a

Rahman Abd. 2016. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pertolongan persalinan pada tenaga kesehatan di Desa Lolu Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Sulawesi Tengah: Jurnal kesehatan Tadulako. Vol. 2, No 2, 1-72

Rohani dkk, 2011. Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan, Salemba Medika, Jakarta

Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta

Saunoah, Hendrikus. Talan, J.M., Subani, Mathias.2006. Lopo representasi sistim budaya Atoin Meto. Kefamenanu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Utara.

Sandra, Lusiana. 2012. Kebudayaan TTS Pasca Melahirkan. Diambil dari: http://www.scribd.com/mobile/doc78611360/width=600 (18 Januari 2012)

Sri, Mutadsir, Hasballah. 2017. Faktor budaya dalam perawatan ibu nifas. Banda Aceh: Jurnal Ilmu Keperawatan ( 2017) 5:1

Suprabowo E. 2006. Praktik budaya dalam kehamilan, persalinan, dan nifas pada suku Dayak Sanggau. Dalam jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia . Vol 1 No. 3 H 112-121.

Syafruddin,dkk, 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo

Soerachman Rachmalina,. Yuana Wiryawan. 2013. Persepsi dan sikap masyarakat Desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan tentang melahirkan. Kupang. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol.4 No 1

Varney,H. 2010. Buku Ajar Asuhan Kebidanan.Edisi. 2. Jakarta: EGC

Yamashita, T., Suplido, S. A., Ladines Llave, C. Tanaka, Y., Senba, N., & Matsuo, H., 2014. A cross-sectional analytic study of postpartum health care service utilization in the Philippines. PloS ONE, (9, e85627.)

Yufuai Agustina Regina., Laksmono Widadgo. 2013. Praktek budaya Suku Kampung Yepase terkait Perawatan Kehamilan, Nifas dan Bayi di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 8/ No. 2

Published

2022-10-10

How to Cite

Olla, D. I., Romeo, P. ., & Limbu, R. (2022). GAMBARAN BUDAYA NENO BO’HA PADA IBU MELAHIRKAN DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN . Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 11(2), 137-154. https://doi.org/10.51556/ejpazih.v11i2.217