PERBANDINGAN KANDUNGAN NILAI ZAT GIZI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SUSU GORENG DI BEBERAPA SENTRA INDUSTRI DI KECAMATAN LOBALAIN

Authors

  • Grace N Siwe Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Lewi Jutomo Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana
  • Utma Aspatria Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.51556/ejpazih.v3i1.120

Keywords:

Susu Goreng, Nutrient Contents, Organoleptics Characteristic

Abstract

Susu Goreng is a traditional output product of milk from one of the district of Nusa Tenggara Timur province, namely Rote Ndao district, consists of boilded buffalo fresh milk and palm sugar which sells in some industries central in Lobalain sub-district. This research aimed to identify the comparison of nutrient content and organoleptic characteristic of Susu Goreng. To support this research, the methodology used is Descriptive method with One Way Anova Formula and followed by  Least Significant Difference (LSD). The sample collected from three biggest industry central of Susu Goreng in Lobalain sub-district: Melati Shop, Maluku Shop, and Letelangga Shop. The collected data consists of carbohydrate nutrient content, Fat, Protein, Water, Ashes, and Calcium, The research taken place at the Chemical and husbandry Food laboratory, Almira Kupang. While the Organoleptic characteristics data of texture, taste, aroma, and color processed at the Public Health Faculty of Nusa Cendana University.  The period of time of this research is from September 2010 to February 2011. The result shows that the nutrients content in Susu Goreng, which are carbohydrate, Fat, protein, ashes and calcium of the three industry central mentioned above has least significant different (P>0,05).

References

Ryan. 2009. Alternatif Peningkatan Produksi dan Konsumsi Susu. http://ryan745.blog.friendster.com/alternatif-peningkatan-produksi-susu-dan-konsumsi-susu/. Akses : 15 November 2010

Ariswan. 2010. Susu Sebagai Sumber Kalsium. http://www.ariswan.co.cc/2010/04/susu-sebagai-sumber-kalsium.htmL. Akses : 15 November 2010

Nayakaku. 2009. Bab I Persiapan Uji Organoleptik. http://nayakaku.files.wordpress. com/2009/02/bab-i-persiapan-uji-organoleptik21.doc. Akses : 13 Desember 2010

Madbardo. 2010. Pengertian Pengujian Organoleptik. http://madbardo.blogspot.com/2010 /02/pengertian-pengujian-organoleptik.html. Akses : 13 Desember 2010

Sakti. 2010. Petunjuk Pengujian Organoleptik. http://smartsains.blogspot.com/2008 /06/petunjuk-pengujian-organoleptik.html. akses : 17 Desember 2010

Noach Y. R, Timba P. K, dan Djami E. K. 2005. Perubahan Kualitas Susu Goreng Selama Delapan Minggu Penyimpanan Dalam Kaleng Biskuit Pada Temperatur Ruang. Kupang : Laporan Penelitian Fakultas Peternakan Undana

Almatsier S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Hadiwiyoto S. 1994. Teori dan Prosedur Pengujian Mutu Susu dan Hasil Olahannya. Jakarta : Liberty

Muchtadi T. R, Sugiyono, dan Ayustaningwarno F. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bandung : Alfabeta

Sudiaoetama A. J. 2009. Ilmu Gizi. Jakarta : Dian Rakyat

Buckle K. A, Edwards R. A, dan Wootton M. 2007. Ilmu Pangan. Terjemahan Hari Purnomo dan Adiono. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Mansari R. 2003. Kualitas Susu Goreng (Sosoe Isi Tuk) yang disimpan dalam Kaleng dan Toples Plastik. Kupang : Skripsi Fakultas Peternakan Undana

Surya E. K. 2003. Kandungan Energi Susu Goreng yang dibuat dari bahan dasar Susu Kerbau di Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Kupang. Skripsi Fakultas Peternakan Undana

Temba P. K. 2005. Kandungan Gizi dan Nilai Energi susu Goreng dengan lama simpan berbeda dalam Kaleng Biskuit. Kupang : Skripsi Fakultas Peternakan Undana

Winarno F. G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Slamet D. S, Mahmud M. K, Muhilal, Fardiaz D, dan Simarmata J. P. 1990. Pedoman Analisis Zat Gizi. Jakarta : Departemen Kesehatan RI

Notoatmodjo S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Khomsan A. 2004. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Jakarta : Rajagrafindo Persada

Murti T. W. 2002. Ilmu Beternak Kerbau. Yogyakarta : Kanisius

Boeky, D. L. 2010. Studi Kandungan Beberapa Zat Gizi dan Sifat organoleptik Biskuit Berbasis Tepung Komposit Putak dan Kacang Komak. Kupang : Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana

BPS Rote Ndao. 2010. Rote Ndao Dalam Angka. Kupang : Katalog BPS

LKPJ Bupati Rote Ndao Tahun Anggaran 2009. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Rote Ndao.

Harris R. S, dan Karmas E. 1989. Evaluasi Gizi Pada Pengolahan Bahan Pangan. Bandung : ITB Bandung

Gasong S. L. 2005. Kajian Sensori Deskripsi Flavour Daging Sapi Asap “Se’i” NTT. Tesis, Bogor : Institut Pertanian Bogor

Auliana R. 1999. Gizi dan Pengolahan Pangan. Jakarta : Mitra Gama Widya

Published

2011-04-01

How to Cite

Siwe, G. N., Jutomo, L. ., & Aspatria, U. (2011). PERBANDINGAN KANDUNGAN NILAI ZAT GIZI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK SUSU GORENG DI BEBERAPA SENTRA INDUSTRI DI KECAMATAN LOBALAIN. Jurnal Pangan Gizi Dan Kesehatan, 3(1), 402-415. https://doi.org/10.51556/ejpazih.v3i1.120

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>