ANALISIS JUMLAH CEMARAN MIKROBA DAN IDENTIFIKASI SALMONELLA sp. DAN VIBRIO CHOLERAE PADA IKAN TONGKOL DIBEBERAPA TEMPAT PEMASARAN WILAYAH KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.51556/ejpazih.v3i2.128Keywords:
Tongkol fish, soiled microbe, identification of Salmonella sp and Vibrio cholera, Marketing places, Kupang CityAbstract
Fish as a food substance is a valuable and prospective source of nutrition. Thus, fish can easily spoil if contaminated by microbe and may cause food borne diseases if contaminated by pathogen such as Salmonella sp and Vibrio cholera. This research generally aims to analyze the number of soiled microbe in several marketing places in Kupang city. Meanwhile, the specific aims are to (1) analyze the number of soiled microbe in several marketing places in Kupang city, (2) find out the correlation between marketing places and number of soiled microbe, (3) identify Salmonella sp bacteria in Tongkol fish sale in several marketing places in Kupang city, and (4) identify Vibrio cholera bacteria in Tongkol fish sale in several marketing places in Kupang city. Method used in this research is Laboratory Experiment using complete damp design with 3 treatment (Tongkol fish from Oeba market, Pasir Panjang market and fish peddle) and 2 retests.
References
Adawiyah R. 2008. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Cetakan kedua. PT. Bumi Aksara Jakarta.
Alhusin S.2002. Aplikasi Statistik Praktis dengan SPSS for Windows Release 10. Graha Ilmu. Jakarta.
Anonim 1. 2010. Khasiat Daging Ikan Tongkol. http://www.anak-sd.com/2010/01/khasiat-daging-ikan-tonkol.html. Akses 01 Februari 2010
Anonim 2. 2010. Salmonella.http://id.wikipedia.org/wiki/Salmonella. Akses: 13 Februari 2010
Anonim 3. 2010. Vibrio chloerae. Akses: 13 Februari 2010
Anonim 4. 2009. Meningkatkan Nilai Tambah Ikan dengan Pengawetan . Akses: 02 Maret 2010
Anonim 5.2010. Gerakan Makan Ikan Tongkol . Akses: 02 Maret 2010
Apriyantono A. 1988. Pembentukan Biogenik Amin dalam Pengolahan dan Penyimpanan Ikan Pindang. Laporan Praktikum Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. 1988.
Astawan M. 2008. Sehat dengan Hidangan Daging. Penebar Swadaya. Jakarta
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (Badan POM RI). 2003. Mikroba Patogen. Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. Jakarta
Buckle KA, Edward RA, Fleet GH, Wootton M. 1987. Ilmu Pangan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
International Organisation For Standardisation [ISO]. 2002. Microbiology of Food and Animal Feeding Stuffs- Horizontal Method for the Detection of Salmonella spp. ISO 6579:2002 (E).
Nurwantoro dan Djaridjah A.S, 1997, Mikrobiologi Pangan, Hewan – Nabati, Kanisius Yogyakarta.
Pandit I.G. Sunarya, Suryadhi N.T., Arka I.B, Adiputra N. 2007. Pengaruh Penyiangan dan Suhu Penyimpanan terhadap Mutu Kimiawi, Mikrobiologis dan Organoleptik Ikan Tongkol (Auxis tharzard, Lac). Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. Program Pascasarjana Universitas Udayana.
Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional [PPOMN]. 2006. Metode Analisa Angka Lempeng Total pada Makanan dan Minuman. MA 61/MIK/06. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Jakarta.
Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional [PPOMN]. 2006. Metode Analisa Identifikasi Vibrio Cholerae pada Makanan dan Minuman. MA 80/MIK/06. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Jakarta.
Silalahi J. 2006. Makanan Fungsional. Penerbit Kanisius.Yogyakarta
Tjaniadi P. et.al. Antimicrobial Resistance of Bacterial Pathogens Assoaciated with Diarrheal Patients in Indonesia. J. Trop. Med.Hyg.Vol 68(6):666-670.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2011 Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/




Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan is licensed under a